Lambang Universitas Pattimura

Penjelasan Singkat Tentang Sejarah Pembuatan Lambang Universitas Pattimura Ambon Oleh Dr. F.Atihuta.

 

Lambang Universitas Pattimura

 

PENJELASAN DITULIS ATAS PERMINTAAN LISAN KETUA TIM PENYUSUN STATUTA UNIVERSITAS PATTIMURA [UNPATTI] PROF.DR.M.J.SAPTENNO,SH.MHUM [DEKAN FAK.HUKUM] TANGGAL 11 OKTOBER 2010.

Kami tidak mengingat lagi bulan dan tahun yang tepat, tetapi adalah sekitar tahun 1973-1974. Pada waktu itu bapak. Ir. Lucas Nanlohy yang menjabat Rektor Unpatti, beliau adalah Rektor Unpatti pertama.

                Lambang Unpatti pada waktu itu ialah gabungan buah pala dan buah cengkih. Kami tidak tahu siapa penciptanya. Rupa-rupanya lambang tersebut kurang berkenan dihati Rektor dan ia berkeinginan untuk menggantinya dengan lambang yang lain. Untuk maksud tersebut Rektor lalu mengumumkan sayembara untuk memperoleh lambang yang baru.

                Hasil sayembara adalah 7 ( tujuh ) buah lambang. Ke-7 buah lambang  yang diperoleh sebagai hasil. Sayembara ini juga kurang berkenan di hati Rektor. Rektor lalu memanggil saya untuk melihat lambang-lambang tersebut dan Rektor mengatakan kepada saya bahwa tolong dibuat yang lain saja.

                Waktu saya sedang meneliti lambang-lambang itu, disalah satu ruang di kantor pusat Unpatti di Batu Gajah, datang bertemu saya Pak Berth Nikijuluw, dosen FKIP, kalau saya tidak salah ingat pak Berth waktu itu menjabat PR II.

                Pak Berth pergi mengambil sebuah buku yang berisi bermacam-macam gambar dengan pengertian-pengertian dari tiap-tiap gambar. Yang kami berdua pilih adalah KEMBANG TERATAI yang melambangkan PENDIDIKAN. Kembang teratai kami pakai sebagai dasar lambang, pada bagian tengah diletakan 3 ( tiga) butir mutiara yang mengartikan TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI.

                Supaya lambang ini mengandung unsur Nasional maka lambang dibungkus dengan segi lima yang berarti PANCASILA.

Didalam segilima diberi warna Biru Laut karena Unpatti berada di Ambon yang dikelilingi oleh laut Maluku yang biru, dimana banyak ditemukan butir-butir mutiara. Disamping itu juga pendidikan di Unpatti mengarah kepada kelautan yang sekarang sudah diwujudkan menjadi BINA MULIA KELAUTAN.

                Kami berdua berpendapat lambang ini sudah memiliki arti:

  1. Pendidikan
  2. Tri Dharma Perguruan Tinggi
  3. Laut Maluku yang biru (unsur daerah)
  4. Pendidikan di Unpatti yang mengarah kepada Kelautan
  5. Ciri-ciri Nasional, yaitu segi lima yang berarti PANCASILA.

 

Namun lambang ini belum memiliki unsur yang cocok dengan nama Universitas yaitu UNIVERSITAS PATTIMURA.

Kami berdua berpendapat untuk itu ada dua unsur :

  1. Tombak Pattimura.
  2. Obor Pattimura.

Dibuatlah 2 buah gambar :

  1. Pada lambang disisipkan tombak Pattimura
  2. Pada lambang disisipkan obor Pattimura dengan 3 (tiga) lidah api yang memanasi 3 butir mutiara atau Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tentang warna:

  1. Teratai diberi warna kuning emas, karena pendidikan mendapat tempat yang tinggi dan dihormati.
  2. Tiga butir mutiara diberi warna putih, artinya tidak boleh dicemari oleh kegiatan-kegiatan politik.
  3. Warna biru dalam segi-5 melambangkan kelautan, sekarang BINA MULIA KELAUTAN.
  4. Tiga lidah api pada obor berwarna merah kuning, api yang selalu menyala membakar semangat Tri Dharma agar tetap giat dalam penerapannya.
  5. Pegangan obor diberi warna hitam, tidak kami beri arti apa-apa.

Kedua gambar lambang ini kami serahkan kepada pak Rektor, lalu kami bertiga membahasnya. Pak Rektor memilih lambang dengan sisipan obor Pattimura karena ini lebih cocok untuk bidang pendidikan, dan kalau lambang dengan sisipan tombak Pattimura ada konotasi perang.

                Lambang ini lalu diproses Rektor ke Departemen Pendidikan dan sudah disetujui. Sangat disayangkan bahwa ada fakultas-fakultas yang menghilangkan segi lima atau Pancasila dari lambang, sehingga dengan sendirinya kelautan juga ikut hilang.

                Proses pembuatan lambang ini merupakan lanjutan dari sayembara dan pemenangnya diberi hadiah, tentu hanya untuk satu orang saja. Oleh sebab itu saya dan pak Berth sepakat hadiah tidak usah kami berdua terima karena hanya untuk satu orang.

                Kami berdua rela hadiah itu diberikan untuk anak laki-laki dari pak Rektor yang namanya LUCKY yang baru berumur ± 5 tahun, sekaligus LUCKY dianggap sebagai “PENCIPTA” lambang mengatas namakan kami berdua :

  1. Dr. F.Atihuta (dosen Fak. Teknik)
  2. AKP.Vig.Nikijuluw (dosen FKIP)

Sekian penjelasan singkat kami.

Poka, 15 Oktober 2010

 

 

Dr. F. Atihuta

 

Catatan:

                Kalau ada interpretasi lain dari lambang

                Adalah diluar pengertian tentang unsur-unsur

                Pada lambang yang kami buat