Memurnikan Mahkamah Konstitusi

Muhammad Iwan Satriawan(1*), Mukhlis Mukhlis(2)

(1) Fakultas Hukum Universitas Negeri Lampung
(2) Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura
(*) Corresponding Author

Abstract

This study will focus discuss to changes in the authority of the constitutional court in indonesia. That since given authority decide a dispute the outcome of an election both at the central and local the constitutional court as if stuck to the award political reasons and there are several judge involved a corruption scandal decisions dispute the outcome of an election . So the establishment of judicial special election into a the substance of things not cleared by the formation of function constitutional court (M.K) as a squire the constitution where whose main duty is interpret the act. This research uses the method juridical normative by comparing function m.k in some countries and how the application of ideal in Indonesia.

Keywords

Constitutional Court; Judicial special election

References

Abdurrahman, Satrio. (2015), Kewenangan Mahkamah Konstitusi Memutus Perselisihan Hasil Pemilu Sebagai Bentuk Judicialization of Politics, Jurnal Konstitusi,Volume 12 Nomor 1 Maret ,Jakarta:Mahkamah konstitusi.

Harman, Benny K. (2013), Mempertimbangkan Mahkamah Konstitusi, Jakarta:Gramedia.

Amsari, Feri. (2013), Perubahan UUD 1945,Jakarta:Rajawali Press.

Zoelva, Hamdan. (2013), Problematika Penyelesaian Sengketa Hasil Pemilukada oleh Mahkamah Konstitusi, dalam Jurnal Mahkamah Konstitusi, Volume 10, Nomor 3, September,Jakarta:Mahkamah Konstitusi

Asshidiqie, Jimly. (2005), Model-Model Pengujian Konstitusional di Berbagai Negara, Jakarta:KONpress.

Taib, Mukhlis. (2017), Dinamika Perundang-Undnagan di Indonesia, Jakarta: Reflika Aditama.

Huda, Ni’matul dan Nazriyah, R. , (2011), Teori dan Pengujian Peraturan Perundang-Undangan, Bandung: Nusa Media.

Wibowo, Pramono Anung, (2013). Mahalnya Demokrasi Memudarnya Ideologi, Jakarta: Kompas.

Isra, Saldi, (2017). Pemilu dan Pemulihan Daulat Rakyat, Jakarta: Themis Publishing.

Soimin dan Mashuriyanto, (2013). Mahkamah Konstitusi Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia, Yogyakarta: UII Press.

Sudirman, (2016). Memurnikan Kewenangan Mahkamah Konstitusi Sebagai Lembaga Pengawal Konstitusi, Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Tahun 1 Nomor 1 Juni 2016,Malang:Universitas Malang

Pane, Thorkis, (2011). Kemungkinan Peraturan Perundang-Undangan di Bawah Undang-Undang sebagai Objek Pengujian Mahkamah Konstitusi, Jurnal Hukum dan Pembangunan, Tahun ke-41 No.3 Juli 2011, Jakarta:Universitas Indonesia.

Junaidi, Veri, (2013). Mahkamah Konstitusi Bukan Mahkamah Kalkulator, Jakarta: Themis

Book

Ekatjahjana, Widodo, (2007). Pengujian Peraturan Perundang-Undangan Menurut UUD 1945, Sebuah disertasi Progam Pasca Sarjana UNPAD,Tahun 2007.

Zainal, Arifin Hoesein dan Yasin, Rahman, (2015). Pemilihan Kepala Daerah Langsung (Penguatan Konsep dan Penerapannya), Jakarta: LP2AB.

http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4d54dda21b2c0/hakim-arsyad-terbukti-langgar-kode-etik, http://orintononline.blogspot.co.id/2013/02/teori-hukum-murni.html,

http://www.Kbbi.kata.web.id/memurnikan/

http://nasional.kompas.com/read/2017/09/12/10124921/patrialis-akbar-tidak-ajukan-banding-atas-vonis-8-tahun-penjara

UUD 1945

Undang-Undang No.7 Tahun 1953

Undang-Undang No.3 Tahun 1999

Undang-Undang No.12 Tahun 2003

Undang-Undang No.23 Tahun 2003

Undang-Undang No.32 Tahun 2004

Undang-Undang No.12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah

Undang-Undang No.1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti

Undang-Undang No.1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-Undang

Undang-Undang No.10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota

Article Metrics

Abstract views: 89
PDF (Bahasa Indonesia) Views: 176

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Muhammad Iwan Satriawan, Mukhlis Mukhlis

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.