Pertanggungjawaban Hukum Pejabat Pembina Kepegawaian dan Pejabat yang Berwenang atas Kesalahan dalam Penjatuhan Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil

Rony Alfredo Rumapea(1*)

(1) Magister Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran Bandung
(*) Corresponding Author

Abstract

Law enforcement is an effort to build legal ideas and concepts that are expected by the people to become a reality. Supervision and the imposition of the right sanctions for indisiplinary and code of ethics violations is needed in the context of law enforcement. The law firmly states that government officers are dishonorably discharged because they are convicted of a criminal offense or criminal offense that has to do with office and / or general crime, including acts of corruption. It is necessary to review the application of appropriate principles and norms to fulfill the accountability of officials who do not use their authority to impose sanctions for violations committed by public servants. We must examine and review various regulations relating using a normative juridical approach to find out how these regulations are implemented in administrative law enforcement. Administrative and criminal legal liability in the form of sanctions must be imposed on the Chief Officer / Authorized Officer.

Keywords

Law; Administration; Law Enforcements; Public Law; Administrative Law; Government; Corruption.

References

Buku

[1] Anggara, Sahya. (2018). Hukum Administrasi Negara. Bandung: Pustaka Setia.

[2] Gautama, Sudargo. (1973) Pengertian Negara Hukum, Bandung: Alumni.

[3] HR, Ridwan. (2006). Hukum Administrasi Negara. Jakarta: Rajawali Pers.

[4] Johan, Teuku Saiful Bahri. (2018). Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara dalam Tataran Reformasi Ketatanegaraan Indonesia, Yogyakarta: Deepublish.

[5] Nurtjahjo, Hendra dkk. (2013). Memahami Maladministrasi. Jakarta: Ombudsman Republik Indonesia.

[6] Rapar, J. H. (1993). Filsafat Politik Aristoteles. Jakarta: Rajawali.

[7]Soekanto, Soerjono. (2008) Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: UI Press.

Jurnal dan Lain-Lain

[8] Bothlingk, F.R. (1954) Het Leerstuk der Vertegenwoordiging en Zijn Toepassing op Ambtsdragers in Nederland en in Indonesia, Juridische Boekhandel en Uitgeverrij A. Jongbloed & Zoon’s-Gravenhage.

[9] Komisi Aparatur Sipil Negara. (2019) 7 Alasan PPK belum melakukan PTDH Terhadap ASN Berstatus Terpidana Korupsi, diambil dari https://www.kasn.go.id/details/item/368-7-alasan-ppk-belum-melakukan-ptdh-terhadap-asn-berstatus-terpidana-korupsi.

[10] Latif, Abdul. (2013), Tindakan Maladministrasi Dalam Pelayanan Publik dan Implikasinya Terhadap Korupsi. Jurnal Varia Peradilan No. 326 Januari 2013.

[11] Mokhsen, Nuraida, Dwiputrianti, Septiana & Juniarto, Rifki. (2019), Pengawasan Penegakan Kode Etik dan Kode Perilaku Pegawai Aparatur Sipil Negara, Jurnal Komisi Aparatur Sipil Negara.

[12] Mustamu, Julista. (2014) Pertanggungjawaban Hukum Pemerintah (Kajian Tentang Ruang Lingkup Dan Hubungan Dengan Diskresi). SASI Vol. 20 No. 2 Juli - Desember 2014.

[13] Putradinata, Rizky, Serikat P. J., Nyoman & Mulasari, Laila. (2016). Pertanggungjawaban Pidana Pejabat Pembuat Kebijakan (Policy Maker) Atas Diambilnya Kebijakan Yang Menimbulkan Kerugian Keuangan Negara. Diponegoro Law Journal, Volume 5, Nomor 3.

[14] Rahmadhani, Fitri Muvariz (2019), Analisis Aspek Keadilan Dari Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai Pegawai Negeri Sipil Di Indonesia, Jurnal Legislasi Indonesia Vol. 16 No.2 - Juni 2019.

[15] Sarwo Rini, Nicken. (2018). Penyalahgunaan Kewenangan Administrasi Dalam Undang Undang Tindak Pidana Korupsi . Jurnal Penelitian Hukum De Jure, Vol.18 No. 2, Juni 2018.

[16] Simanjuntak, Enrico P. (2018). Pengujian Ada Tidaknya Penyalahgunaan Wewenang Menurut Undang-Undang Administrasi Pemerintahan. Jurnal Hukum dan Peradilan, Volume 7 Nomor 2, Juli 2018.

[17] Sekretariat Kabinet. (2019). Penuntasan Capai 88%, 1.906 PNS Terlibat Tipikor Diberhentikan Tidak Hormat. Diambil dari https://setkab.go.id/penuntasan- capai-88-1-906-pns-terlibat-tipikor-diberhentikan-tidak- hormat/

[18] Sekretariat Kabinet. (2019). Keputusan Bersama Dirilis PNS Koruptor Akan Dipecat Desember 2018. Diambil dari https://tirto.id/keputusan-bersama- dirilis-pns-koruptor-akan-dipecat-desember-2018-cZk1

[19] ICW. (2019) Berapa kerugian negara jika PNS korup belum dipecat. Diambil dari https://www.republika.co.id/berita/nasional/news-analysis/19/02/20/pn85q2430- berapa-kerugian-negara-jika-pns-korup-belum-dipecat

Article Metrics

Abstract views: 60
PDF (Bahasa Indonesia) Views: 38

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Rony Alfredo Rumapea

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.